1. Compressor

1.1 Fungsi
Kompressor ini adalah jantung dari suatu sistem refrigerasi. Berfungsi untuk
memompa refrigerant yang merupakan pembawa panas / kalor dalam
suatu siklus refrigerasi sehingga terjadi proses perpindahan panas yang
masuk dan keluar sistem tersebut. Kompressor ini dapat dianggap sebagai
pompa uap/gas yang berfungsi untuk mengurangi tekanan pada sisi tekanan rendah (suction side)
dari sistem, dimana evaporator termasuk di dalamnya dan
menaikan tekanan pada sisi tekanan tinggi (high side/discharge) dari sistem.

1.2 Kerusakan pada Kompresor terbagi menjadi 2, yaitu:
1. Kerusakan Elektrik : Kerusakan yang terjadi pada bagian motor
penggeraknya.
2. Kerusakan Mekanik : Kerusakan yang terjadi pada bagian mekanik
kompresornya.

1.2.1 Langkah Pengecekan Komponen Elektrik.

1. Menentukan Terminal Motor Kompressor
Kompresor yang biasa digunakan pada kulkas adalah jenis hermetic1 satu
fasa, dimana pada jenis ini motornya memiliki 3 terminal, yaitu:
1. Terminal R (run)
2. Terminal S (start)
3. Terminal C (common)
Apabila terminal motor Kompresor tidak diberi tanda, maka untuk menentukan
terminal motor kompresor dilakukan dengan menggunakan ohm‐meter.
Langkah pengecekan:
1. Buka tutup (cover) terminal motor kompresor.
2. Lepaskan kabel yang terhubung ke relay dan overload.
3. Lepaskan relay dan overload yang terpasang pada terminal.

Kompresor, Relay dan Overload

4. Dengan menggunakan ohm‐meter, ukurlah tahanan ketiga terminal
motor kompresor tersebut.
5. Dari ketiga terminal diatas cari nilai tahanan yang terbesar, maka
terminal yang satunya (yang tidak diukur) dipastikan bahwa itu terminal
C (common).
6. Kemudian hubungkan test leads dari ohm‐meter ke terminal C dan test
lead yang satunya lagi kedua terminal yang lainnya. Carilah nilai tahanan
yang lebih kecil. Tahanan yang lebih kecil adalah terminal R (run)
sedangkan tahanan yang lebih besar adalah terminal S (start).

Menentukan Terminal Motor Kompresor

  1. rhama arethusa
    May 9, 2011 at 8:39 pm

    nilai COP dri kompresor brp gan???

    • Hermawan
      May 29, 2011 at 8:32 pm

      setiap pabrikan menggunakan kompresor yg berbeda. Dan tiap2 kompresor memiliki performance yg berbeda pula sehingga perlu lebih spesifik untuk menyatakan berapa nilai COP-nya.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: